Zaman sekarang,zaman metropolitan,zaman ugal- ugalan,wal zaman edan,yaitu zaman nyedeki zaman
akhiran.Anak muda pada nongkrong dipinggir jalan,anak putri sukanya
dandan,pakai rok mini,baju seksi,aurod kelihatan,memang sudah
keterlaluan.Itu semua adalah dampak negatif globalisasi
kebudayaan.Percaya apa enggak itu adalah kenyataan.Eits….. ngomong-
ngomong sobat dah tahu belum definisi dari globalisasi?….
Globalisasi berasal dari kata global yang artinya adalah universal.Achmad Suparman menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku)sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.
Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan,kecuali sekedar definisi kerja(working definition),sehingga tergantung darimana orang melihatnya.Ada yang memandangnya proses sosial,proses sejarah,atau proses alamiyah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terkait satu sama lain,mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko- eksistensi dengan menyingkirkan batas geografis,ekonomi,dan budaya masyarakat.
Nah,yang kita bahas sekarang adalah globalisasi budaya masa kini,dimana globalisai ini telah menimbulkan banyak dampak negatif pada masyarakat indonesia.Budaya barat telah menjamur dan menjadi adat yang dengan sengaja menggusur adat ketimuran,adat asli bangsa ini.
Mungkin kita tak mau tahu bahwa indonesia telah berubah menjadi negara yang kehilangan jati dirinya,bangsa ini telah melanggar norma- norma agama,kebejatan moral menjadi sesuatu yang lumrah,dan kebajikan talah sirna dengan sendirinya.Kebiasaan orang- orang zaman jahiliyah seperti free seks,meminum khomer,homo lesbi ,serta segala yang berbau maksiat merajalela dengan cepat dan seruan kepada yang makrufpun terabaikan.Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan kaum yahudi.Sungguh kita telah tertipu.
Memang sih,kadang ada sisi positifnya kita bisa memperoleh banyak informasi dari belahan dunia lain.Sebut saja penggunaan jaringan internet yang bisa kita akses dengan instan,menjalin hubungan silaturrahmi dengan sosial media dll,but…. tetap saja, sedikit yang bisa menggunakannya untuk kegiatan yang positif,kebanyakan didominasi oleh situs- situs pornografi yang merusak akal dan hati.
Nah,walaupun kita berada dalam pusaran globalisasi yang mencekam ini,kita masih bisa menyelamatkan diri dan bangsa ini,tentunya dengan berpegang teguh pada norma- norma yang berlaku,yang bertujuan untuk kebaikan manusia.Hal ini selaras dengan firman Alloh dalam surat Ar-ruum ayat 30 yang artinya :
“Maka hadapkanlah wajahmu de
Dari itulah,mari kita membentengi diri kita masing- masing,jangan sampai terjebak dalam kubangan setan yang menyesatkan.
ngan lurus kepada agama Alloh,(tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh.Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Globalisasi berasal dari kata global yang artinya adalah universal.Achmad Suparman menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku)sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.
Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan,kecuali sekedar definisi kerja(working definition),sehingga tergantung darimana orang melihatnya.Ada yang memandangnya proses sosial,proses sejarah,atau proses alamiyah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terkait satu sama lain,mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko- eksistensi dengan menyingkirkan batas geografis,ekonomi,dan budaya masyarakat.
Nah,yang kita bahas sekarang adalah globalisasi budaya masa kini,dimana globalisai ini telah menimbulkan banyak dampak negatif pada masyarakat indonesia.Budaya barat telah menjamur dan menjadi adat yang dengan sengaja menggusur adat ketimuran,adat asli bangsa ini.
Mungkin kita tak mau tahu bahwa indonesia telah berubah menjadi negara yang kehilangan jati dirinya,bangsa ini telah melanggar norma- norma agama,kebejatan moral menjadi sesuatu yang lumrah,dan kebajikan talah sirna dengan sendirinya.Kebiasaan orang- orang zaman jahiliyah seperti free seks,meminum khomer,homo lesbi ,serta segala yang berbau maksiat merajalela dengan cepat dan seruan kepada yang makrufpun terabaikan.Inilah bentuk penjajahan yang dilakukan kaum yahudi.Sungguh kita telah tertipu.
Memang sih,kadang ada sisi positifnya kita bisa memperoleh banyak informasi dari belahan dunia lain.Sebut saja penggunaan jaringan internet yang bisa kita akses dengan instan,menjalin hubungan silaturrahmi dengan sosial media dll,but…. tetap saja, sedikit yang bisa menggunakannya untuk kegiatan yang positif,kebanyakan didominasi oleh situs- situs pornografi yang merusak akal dan hati.
Nah,walaupun kita berada dalam pusaran globalisasi yang mencekam ini,kita masih bisa menyelamatkan diri dan bangsa ini,tentunya dengan berpegang teguh pada norma- norma yang berlaku,yang bertujuan untuk kebaikan manusia.Hal ini selaras dengan firman Alloh dalam surat Ar-ruum ayat 30 yang artinya :
“Maka hadapkanlah wajahmu de
Dari itulah,mari kita membentengi diri kita masing- masing,jangan sampai terjebak dalam kubangan setan yang menyesatkan.
ngan lurus kepada agama Alloh,(tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh.Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

0 komentar:
Posting Komentar